Gay Indonesia Forum
http://gayindonesiaforum.com
Tempat utk berbagi dan berdiskusi, persahabatan, teman dan cinta gay Indonesia



Sekarang ini Kam Jul 24, 2014 1:16 pm

Waktu dalam UTC + 7 jam




Postkan topik baru Balas ke topik  [ 21 post ]  Pergi ke halaman 1, 2  Berikutnya
Pengarang Pesan
 Subjek post: "Penyebab" Gay
PostDipost: Kam Sep 01, 2011 9:16 pm 
Offline
Star
Star

Bergabung: Kam Agt 04, 2011 7:46 pm
Post: 58
Has Liked: 0 time
Been Liked: 0 time
Hai semuanya :)

Baru saja ada posting dari admin sebuah grup facebook "Gay Indonesia" menanyakan apa yang "menyebabkan" member2nya menjadi gay. Aku sangat miris membaca komentar-komentar yang dipost di sana, supaya menulis komentar yang berikut ini... ternyata menjadi tulisan yang agak panjang dan kemungkinan besar tidak akan dibaca banyak orang, jadi aku mau post ulang di sini. Maaf aku tahu pasti ada banyak warung tentang topik ini, tapi aku sedikit malas, membuat yang baru ini. Aku tertarik apakah orang di sini setuju dengan apa yang aku sampaikan.
---
Hey hey hey...! Boleh minta perhatian kalian sebentar...

Kalian sangat cepat untuk membuat kesimpulan tentang penyebab orientasi kalian. Kenapa menyata dengan begitu yakin kalau gay disebabkan oleh ini atau disebabkan oleh itu?

Saya tidak membaca semua komentar tapi ada banyak yang mengatakan "karena diperkosa" atau "karena ayah kurang perhatiann" dan sebagainya. Saya tidak menyangkal hak kalian untuk percaya ada penyebab tertentu dalam kasus diri kalian masing-masing. Tetapi seharusnya dipertanyakan, kenapa kalian begitu yakin? Saya sendiri tidak tahu kenapa saya adalah orang gay, tetapi dari penelitian ilmiah, mungkin sekali bahwa seksualitas itu ditentukan oleh kombinasi pengaruh dari faktor genetik, faktor hormonal, dan faktor lingkungan. Faktor lingkungan itu tidak berarti misalnya satu kejadian yang mendadak memicu pembentukan orientasi homoseksual/biseksual, tetapi umumnya faktor lingkungan yang acak/random (termasuk proses biologis, misalnya pemaparan hormon dalam rahim). Yang penting, kebanaykan penelitian yang kuat menunjukkan bahwa homoseksualitas disebabkan oleh KOMBINASI beberapa faktor yang berbeda*.

Kalau pemerkosaan memang menyebabkan homoseksualitas, kenapa tidak semua orang yang diperkosa [oleh sesama jenis] menjadi gay/lesbi? Saya sangat sedih membaca bahwa banyak dari kalian pernah diperkosa. Itu memang mengerikan dan menyedihkan, dan saya mengharapkan siapa yang melakukan itu dihukum.

Ini lebih kompleks dari sekedar memikirkan suatu hal dan mengatakan langsung "ITU SEBABNYA SAYA GAY". Itu terlalu sederhana dan tidak memakai otak.

Saya tidak tahu apakah hal seperti hubungan dengan ayah/keluarga, pemerkosaan, terpapar pornografi, makan sesuatu atau apapun itu bisa mempengaruhi orientasi seksual. Tetapi menurut saya, itu sekunder - kemungkinan besar, orang gay terlahir begitu.

Ayo orang gay di Indonesia, membaca dan mendapatkan pengetahuan tentang sesuatu sebelum merasa yakin. Mengakui tidak/belum tahu lebih baik. Dan menjalani hidup saja: kalau gay ya sudahlah, penyebabnya tidak penting; yang penting, menyayangi diri anda, menikmati kehidupan anda, dan membuat dunia ini lebih baik untuk semua orang.

Maaf kalau itu terlalu panjang tapi menurut saya penting! Dan maaf kalau ada kesalahan, saya orang Australia, bahasa Indonesia saya belum begitu lancar.

*Sumber: http://www.eurekalert.org/pub_releases/ ... 062608.php

_________________
http://www.scribd.com/doc/61050018/Seksualitas-Non-Normatif-di-Indonesia


Atas
 Profil  
 
 Subjek post: Re: "Penyebab" Gay
PostDipost: Jum Sep 02, 2011 11:11 am 
Offline
Prime Minister
<b>Prime Minister</b>
Avatar user

Bergabung: Sab Jul 16, 2011 11:58 pm
Post: 6364
Has Liked: 614 times
Been Liked: 107 times
Deskripsi diri: ...Simple...
Kalo Pendapat Terry, terkadang manusia memang membutuhkan pembenaran atas sebuah hal yang menimpa.
Untungnya di GIF sudah ada Thread untuk hal ini:
announces/mengubah-orientasi-seksual-mungkinkah-t420.html
announces/mengenal-sosok-evelyn-hooker-sang-pendobrak-mitos-t421.html

Cheers,



Terry

_________________
Gambar
_________________

Hasil Quick Count Sementara Pemilu Legislatif 2014


Atas
 Profil  
 
 Subjek post: Re: "Penyebab" Gay
PostDipost: Jum Sep 02, 2011 11:30 am 
Offline
Super Model
Super Model
Avatar user

Bergabung: Jum Agt 26, 2011 10:24 pm
Post: 346
Has Liked: 3 times
Been Liked: 0 time
yah kebanyakan kan emang gay indo itu belum well-informed dan maaf kebanyakan memang, munafik, mereka masih mencari "pembenaran", justifikasi bahwa mereka itu gay karena orang lain jadi mereka masih merasa punya harapan klo mereka bakal "sembuh" dan mereka cenderung menyalahkan "ke-gay-an" mereka ke orang lain sehingga, ya itu tadi, mereka menjadikan itu justifikasi yang absurd atas mengapa mereka menjadi gay. Gaya hidup gay itu pilihan kalau tidak mau menjadi gay kenapa masih mingling around in gay communities?
well IMO, okie.
klo ada yg merasa offended karena tulisan ini, it's yerrr problem hahahha

_________________
The Inner Machinations of my mind are an enigma


Atas
 Profil  
 
 Subjek post: Re: "Penyebab" Gay
PostDipost: Jum Sep 02, 2011 11:44 am 
Offline
Executive Minister of Area and Counseling
<b>Executive Minister of Area and Counseling</b>
Avatar user

Bergabung: Jum Sep 02, 2011 10:37 am
Post: 7560
Lokasi: Surabaya, Indonesia
Has Liked: 21 times
Been Liked: 20 times
Deskripsi diri: 20 - stocky - power bottom - party people - nerd - foodie
gay ato gak kan sebenernya juga pilihan diri.
toh juga banyak orang yang gak pernah mengalami kejadian "negatif" menjadi gay. contoh: diri saya.
I feel comfortable around men, yg aku sendiri juga gak tahu napa.
tapi apa pun penyebabnya, kalo emang udah melabel diri "gay", harus bisa tanggung jawab n menikmati hidup.
just enjoy our life!

sekian...

_________________
Gambar

pin : 7A7A6BAD
line : fred.jjang
my Heboh

"We can exist on an empty stage"


Atas
 Profil  
 
 Subjek post: Re: "Penyebab" Gay
PostDipost: Jum Sep 02, 2011 4:06 pm 
Offline
Senior Minister
<b>Senior Minister</b>

Bergabung: Min Jul 17, 2011 5:08 am
Post: 514
Lokasi: Sydney
Has Liked: 0 time
Been Liked: 1 time
Gk da yah yg jawab Aduh g gay gara2 perkosa org yah hoho

_________________
Gambar


Atas
 Profil  
 
 Subjek post: Re: "Penyebab" Gay
PostDipost: Sen Sep 05, 2011 2:47 pm 
Offline
Virgin & Newbie
Virgin & Newbie

Bergabung: Sab Agt 20, 2011 3:00 pm
Post: 22
Lokasi: Sleman, Yogyakarta
Has Liked: 0 time
Been Liked: 0 time
Homoseksual ada sejak lahir, ini yg aku pahami sampai sekarang dan besok seterusnya.
Jika ada yg bilang dia mjd gay karena adanya suatu 'pengalaman', maka ia memang sudah punya kecenderungan homoseksual.
Topik spt ini sebenarnya udah pernah dibahas di GIF yg lama..

_________________
Life is too short to stress yourself with people who don't even deserve to be an issue in your life


Atas
 Profil  
 
 Subjek post: Re: "Penyebab" Gay
PostDipost: Sel Sep 06, 2011 3:46 pm 
Offline
Star
Star

Bergabung: Kam Jul 21, 2011 9:18 am
Post: 40
Has Liked: 0 time
Been Liked: 0 time
kalau aku sendiri sih, terlepas dari diperkosa, bawaan sejak lahir atau blablabla .... menjadi seorang homoseksual, biseksual itu adalah sebuah keputusan yg sudah kita ambil. Sadar atau tidak sadar, pada waktu kita melakukan yg kegiatan homoseksual yg ke 2 kali adalah itu keputusaannya.

Kalau kamu diperkosa ama cowok ?? ya udah thats it, kalo akhirnya kamu bilang, bodo amat diperkosa terus cari cewek ya gak bakalan jadi Homoseksual, keputusan sudah diambil ... kalo akhirnya woh mau balas dendam perkosa cowok lain atau wah di perkosa cowok enak ya terus kamu melakukan lagi ... ya sudah keputusan juga sudah diambil.

Kalau bilang bawaan sejak lahir ... ya tinggal pilih aja, mau tetep jadi Homoseksual atau berorientasi homoseksual tapi tidak berperilaku homoseksual atau jadi str8 ... keputusan juga sudah diambil toh

Masalah pergaulan, selama kamu berpendirian gak mau ikut2 jadi homoseksual ... ya kamu gak akan jadi homoseksual, tapi kalo kamu membiarkan diri kamu hanyut dalam pergaulan homoseksual .... ya sudah ... keputusan sudah diambil

Atau sekarang kamu jadi homoseksual dan kemudian menikah sebagai status, atau beneran pengen nikah dan mengurangi perilaku homoseksual ... ya sudah ... keputusan sudah diambil

Atau kamu nyaman di zona homoseksual ... ya sudah ... keputusan sudah diambil

Menurut ku sih, gak perlu menyalahkan orang lain, lingkungan atau kamu terlahir seperti itu (aneh toh kalo kamu beragama dan agama kamu melarang jadi homoseksual padahal Tuhan kamu menciptakan kamu sebagai homoseksual, yg salah agamanya?? ) ... yg perlu digaris bawahi sih sebenarnya kamu jadi homoseksual itu ditentukan oleh kamu sendiri ... itu hasil keputusan kamu sendiri ... as simple as it is.

So karena keputusan sudah diambil, sekarang ya silahkan ... kalau nyaman dgn keputusanmu ya go ahead n enjoy your life (dgn bertanggung jawab tentunya) ... kalo merasa keputusannya salah ya tinggal rubah keputusanmu dan mulailah berperilaku sebagai kaum str8 atau mau menikmati 2 dunia dgn berkeputusan sebagai biseksual ... monggo aja ... semua adalah hasil keputusanmu sendiri dgn segala sebab dan akibatnya

So ... make up ur mind n go for it :)

ps : hahahahahahaha bahasa inggrisnya kacau balau :)


Atas
 Profil  
 
 Subjek post: Re: "Penyebab" Gay
PostDipost: Rab Sep 07, 2011 7:38 pm 
Offline
Star
Star

Bergabung: Kam Agt 04, 2011 7:46 pm
Post: 58
Has Liked: 0 time
Been Liked: 0 time
ponco212 menulis:
kalau aku sendiri sih, terlepas dari diperkosa, bawaan sejak lahir atau blablabla .... menjadi seorang homoseksual, biseksual itu adalah sebuah keputusan yg sudah kita ambil. Sadar atau tidak sadar, pada waktu kita melakukan yg kegiatan homoseksual yg ke 2 kali adalah itu keputusaannya.

Kalau kamu diperkosa ama cowok ?? ya udah thats it, kalo akhirnya kamu bilang, bodo amat diperkosa terus cari cewek ya gak bakalan jadi Homoseksual, keputusan sudah diambil ... kalo akhirnya woh mau balas dendam perkosa cowok lain atau wah di perkosa cowok enak ya terus kamu melakukan lagi ... ya sudah keputusan juga sudah diambil.

Kalau bilang bawaan sejak lahir ... ya tinggal pilih aja, mau tetep jadi Homoseksual atau berorientasi homoseksual tapi tidak berperilaku homoseksual atau jadi str8 ... keputusan juga sudah diambil toh

Masalah pergaulan, selama kamu berpendirian gak mau ikut2 jadi homoseksual ... ya kamu gak akan jadi homoseksual, tapi kalo kamu membiarkan diri kamu hanyut dalam pergaulan homoseksual .... ya sudah ... keputusan sudah diambil

Atau sekarang kamu jadi homoseksual dan kemudian menikah sebagai status, atau beneran pengen nikah dan mengurangi perilaku homoseksual ... ya sudah ... keputusan sudah diambil

Atau kamu nyaman di zona homoseksual ... ya sudah ... keputusan sudah diambil

Menurut ku sih, gak perlu menyalahkan orang lain, lingkungan atau kamu terlahir seperti itu (aneh toh kalo kamu beragama dan agama kamu melarang jadi homoseksual padahal Tuhan kamu menciptakan kamu sebagai homoseksual, yg salah agamanya?? ) ... yg perlu digaris bawahi sih sebenarnya kamu jadi homoseksual itu ditentukan oleh kamu sendiri ... itu hasil keputusan kamu sendiri ... as simple as it is.

So karena keputusan sudah diambil, sekarang ya silahkan ... kalau nyaman dgn keputusanmu ya go ahead n enjoy your life (dgn bertanggung jawab tentunya) ... kalo merasa keputusannya salah ya tinggal rubah keputusanmu dan mulailah berperilaku sebagai kaum str8 atau mau menikmati 2 dunia dgn berkeputusan sebagai biseksual ... monggo aja ... semua adalah hasil keputusanmu sendiri dgn segala sebab dan akibatnya

So ... make up ur mind n go for it :)

ps : hahahahahahaha bahasa inggrisnya kacau balau :)

Maaf tapi itu pakai logika yang tercacat... sangat.

Kamu salah mengerti orientasi seksual dari segi psikologis. Tolong jangan menyatakan sesuatu sebagai fakta yang sesungguhnya kalau itu hanya opini kamu atau teori yang mau kamu ajukan. Pokoknya: dari beberapa "pilihan" yang kamu ajukan yang bisa "diputuskan", menurut kamu apa yang terjadi di otak seseorang saat membuat keputusan itu? Apa motivasinya?

Kamu membingungkan "memutuskan masuk ke dunia homoseksual" atau "memutuskan menjalankan tindakan homoseksual" atau "memutuskan mengakui ketertarikan pada sesama jenis" dengan basis orientasi homoseksual YAITU: ketertarikan pada sesama jenis.

Kebanyakan orang straight tidak pernah mengambil keputusan untuk menjadi straight. Dia tidak mempertimbangkan "hmmm mana lebih baik ya......" dan akhirnya memutuskan dia mau tertarik pada jenis kelamin mana (perempuan). Karena seperti semua preferensi kita, itu menjadi bagian tetap di otak kita - "inherent".

Misalnya, kalau aku suka menonton film komedi, sambil orang B tidak suka. Kenapa? Apakah aku memutuskan untuk suka menonton film komedi? Mungkin kesukaan itu disebabkan suatu kejadian dalam hidupku, atau sifat kepribadianku tertentu, dan kemungkinan besar itu disebabkan banyak faktor (khususnya kepribadianku: sifat-sifat seperti "suka tertawa" yang dalam kombinasinya membuatkan aku punya sifat "suka film komedi"). Tapi yang penting, aku tidak memutuskan untuk suka menonton film komedi. Aku memutuskan untuk menonton film komedi karena aku suka padanya dan itu aku tidak bisa kontrol. Kalau aku bisa mengontrolnya, pasti aku memutuskan untuk suka pada segala hal supaya setiap detik dan segala hal dalam kehidupanku menyenangkan, kan? Karena tidak ada alasan tertentu untuk memilih kesukaan apapun selain dari kepribadian kita yang menentukan hal-hal apa yang membuat kita senang.

Menurut teori kamu, kalau tetap pada pendirian "gak mau menjadi homoseksual", gak akan menjadi homoseksual. Tapi ini omong-kosong saja. Kalau orang tertarik pada cowok saja tapi tidak mau menjadi homoseksual, dia bisa berpura-pura sebagai orang straight, sampai pun membuat diri sendiri percaya bahwa dia emang heteroseksual. Tapi sifat dia - tertarik pada cowok - itu masih ada di otaknya dan tidak bisa hilang - hanya bisa disembunyikan, atau tidak diakui. Ini kan keadaan hampir semua homoseksual di dunia -- kita tidak MAU menjadi homoseksual karena itu bukan pilihan yang menguntungkan - gay itu tertindas, tidak diterima oleh masyarakat, menghadapi banyak masalah. Jadi pastilah tidak ada yang MAU menjadi gay - meskipun dunia ini sempurna dan gay itu dianggap PERSIS SAMA dengan straight - yaitu, menjadi pilihan yang netral - masih tidak ada yang mendorong orang untuk "menjadi gay" kecuali kalau dia merasa tertarik pada cowok.

Andai saja aku pelajar psikologi supaya bisa menjelaskannya dengan lebih jelas, apalagi bisa berbahasa Indonesia lebih bagus. Tapi mudah-mudahan itu sudah cukup jelas.

Soal pasal kamu tentang diperkosa. Aku kurang mengerti, tapi sepertinya aku sudah membantah pokok kamu dengan apa yang sudah aku katakan. Jelas: diperkosa tidak bisa mengubah sifat inherent kamu untuk merasa tertarik pada cowok atau cewek (atau dua-duanya). Itu MUNGKIN bisa membuat kamu SADAR akan hal itu atau mungkin bisa membuat kamu menindas sifat itu, tapi tidak bisa mengubahnya secara benar-benar.

Kalau orang menanggap "keputusannya salah" dan dia pergi menjadi "straight" seperti kamu katakan, dia masih gay. Tapi menamakan diri sebagai orang straight dan berperilaku begitu. Itu keputusan dia. Tapi orientasi yang sesungguhnya tidak seperti fasad ("tedeng aling-aling")nya: itu masih menjadi sifat dia. Dan pergerakan hak-hak homoseksual itu ada (di berbagai negara) karena semestinya semua orang harus bebas untuk melaksanakan sifat dia dlm hal orientasi seksual, asalkan itu tidak membatasi hak-hak orang lain (misalnya pedofil - itu merupakan kelainan seksual yang tidak boleh dijalankan melalui tindakan karena itu berdampak pada hak-hak orang lain).

Tolong berpikir dengan baik-baik semua itu ponco212. Kamu tahu, logika palsu yang kamu ajukan seringkali digunakan sebagai senjata letal oleh pihak-pihak anti gay sebagai alasan mereka pikir boleh menindas dan mendiskriminasikan kaum gay, apalagi menghalangi perubahan untuk melanjutkan kebebasan dan keadilan buat kaum gay. Jadi kalau kamu juga percaya pada argumen ini "gay adalah pilihan", kamu membantu untuk menguatkan pihak anti-gay. Aku mohon - jangan menguatkan anti-gay tapi membantu untuk membuat masyarakat sadar akan realitas: pertama, orientasi seksual adalah sifat dikaruniakan alam (atau, tergantung perspektif orang masing-masing, mungkin berkembang secara perlahan atas pengaruh berbagai faktor, atau dikaruniakan tuhan) yang tidak bisa dirubah dengan sengaja; kedua, orang yang berorientasi gay, lesbi, biseksual atau yang lainnya tidak berbahaya dan tidak mengancam kaum heteroseksual dalam segi/hal apapun. Dan aku menjamin, hampir semua orang di negaraku Australia yang berpendidikan (baik gay dan straight) mengakui bahwa seksualitas bukan sesuatu yang "dipilih".

_________________
http://www.scribd.com/doc/61050018/Seksualitas-Non-Normatif-di-Indonesia


Atas
 Profil  
 
 Subjek post: Re: "Penyebab" Gay
PostDipost: Rab Sep 07, 2011 10:04 pm 
Offline
Star
Star

Bergabung: Kam Jul 21, 2011 9:18 am
Post: 40
Has Liked: 0 time
Been Liked: 0 time
Kamu salah mengerti orientasi seksual dari segi psikologis. Tolong jangan menyatakan sesuatu sebagai fakta yang sesungguhnya kalau itu hanya opini kamu atau teori yang mau kamu ajukan.

Kalau anda teliti membaca, tanpa pake emosi dll, anda bakalan menemukan kata-kata ini : kalau aku sendiri sih, terlepas dari diperkosa, bawaan sejak lahir atau blablabla


Pokoknya: dari beberapa "pilihan" yang kamu ajukan yang bisa "diputuskan", menurut kamu apa yang terjadi di otak seseorang saat membuat keputusan itu? Apa motivasinya?

Yg terjadi di otak adalah ... dia berpikir, mempertimbangkan dan akhirnya membuat keputusan, bukankah itu fungsi utama otak ??? soal motivasi itu adalah bagian dari membuat sebuah keputusan.


Kamu membingungkan "memutuskan masuk ke dunia homoseksual" atau "memutuskan menjalankan tindakan homoseksual" atau "memutuskan mengakui ketertarikan pada sesama jenis" dengan basis orientasi homoseksual YAITU: ketertarikan pada sesama jenis.

terus homoseksual itu apa? ketertarikan dgn lawan jenis ???? ... Apakah seorang bayi itu begitu lahir dia sudah bisa memilih suka dgn sesama atau lawan jenis ?? kalau itu anda mengatakan bahwa homoseksual adalah anugerah alam .. tidak ... semua itu berlangsung dengan proses, cara mendidik, pengaruh lingkungan dll ... dan didalam proses itu saya rasa ada pilihan, jalan atau proses mana yg diambil (baik itu pilihan orangtua, keluarga atau pilihan kamu sendiri)

Karena tidak ada alasan tertentu untuk memilih kesukaan apapun selain dari kepribadian kita yang menentukan hal-hal apa yang membuat kita senang.

misalnya pedofil - itu merupakan kelainan seksual yang tidak boleh dijalankan melalui tindakan karena itu berdampak pada hak-hak orang lain).

2 kalimat anda diatas sangat kontra ... saling menjatuhkan ...karena seorang pedofilia itu juga tidak memilih menyukai anak kecil ... so harusnya sah-sah aja.

Kalau orang menanggap "keputusannya salah" dan dia pergi menjadi "straight" seperti kamu katakan, dia masih gay. Tapi menamakan diri sebagai orang straight dan berperilaku begitu. Itu keputusan dia. Tapi orientasi yang sesungguhnya tidak seperti fasad ("tedeng aling-aling")nya: itu masih menjadi sifat dia.

sudah terjawab .. mau tetep jadi Homoseksual atau berorientasi homoseksual tapi tidak berperilaku homoseksual atau jadi str8 ... keputusan juga sudah diambil toh


Misalnya, kalau aku suka menonton film komedi, sambil orang B tidak suka. Kenapa? Apakah aku memutuskan untuk suka menonton film komedi? Mungkin kesukaan itu disebabkan suatu kejadian dalam hidupku, atau sifat kepribadianku tertentu, dan kemungkinan besar itu disebabkan banyak faktor (khususnya kepribadianku: sifat-sifat seperti "suka tertawa" yang dalam kombinasinya membuatkan aku punya sifat "suka film komedi"). Tapi yang penting, aku tidak memutuskan untuk suka menonton film komedi. Aku memutuskan untuk menonton film komedi karena aku suka padanya dan itu aku tidak bisa kontrol. Kalau aku bisa mengontrolnya, pasti aku memutuskan untuk suka pada segala hal supaya setiap detik dan segala hal dalam kehidupanku menyenangkan, kan? Karena tidak ada alasan tertentu untuk memilih kesukaan apapun selain dari kepribadian kita yang menentukan hal-hal apa yang membuat kita senang.

Saya jawab seperti ini :
Misalnya kita terbiasa menggunakan tangan kanan.
Semakin lama kita terbiasa menggunakan tangan kanan, semakin sulit bagi otak kita utk merubah kebiasaan itu dan semakin sulit bagi tubuh kita utk beradaptasi dgn suatu perubahan (i.e. memakai tangan kiri).
Orang tua yg berumur 75 thn yg terbiasa memakai tangan kanan akan mengalami kesulitan yg lbh besar (utk merubah kebiasaan pake tangan kanan jadi tangan kiri) dr seorg anak berumur 10 thn yg memiliki kebiasaan yg sama.
Orientasi seksual jg kurang lebih begitu biarpun JAUH lbh kompleks.

"We knew that neurons can change their firing patterns when habits are learned, but it is startling to find that these patterns reverse when the habit is lost, only to recur again as soon as something kicks off the habit again," said Graybiel, who is also the Walter A. Rosenblith Professor of Neuroscience in MIT's Department of Brain and Cognitive Sciences (BCS)


Kamu tahu, logika palsu yang kamu ajukan seringkali digunakan sebagai senjata letal oleh pihak-pihak anti gay sebagai alasan mereka pikir boleh menindas dan mendiskriminasikan kaum gay, apalagi menghalangi perubahan untuk melanjutkan kebebasan dan keadilan buat kaum gay

Hai come on, i am also a gay. dan aku fine2 aja dgn hal itu

Dan aku menjamin, hampir semua orang di negaraku Australia yang berpendidikan (baik gay dan straight) mengakui bahwa seksualitas bukan sesuatu yang "dipilih".

Ya itu bukan sesuatu yg dipilih tapi itu adalah sebuah pilihan. btw bagaimana dgn yg tidak berpendidikan ???

Inti dari diatas adalah ... apapun itu ... sekarang kamu sudah "memilih" sebagai seorang homoseksual ... ya sudah bertanggung jawablah dgn pilihan mu itu.

Sorry Sir ... tapi tetap saja bagai saya, menjadi seorang homoseksual dan berperilaku homoseksual adalah sebuah pilihan ... dan saya sudah memilih menjadi seorang homoseksual dan berperilaku homoseksual ... :D


Atas
 Profil  
 
 Subjek post: Re: "Penyebab" Gay
PostDipost: Rab Sep 07, 2011 10:50 pm 
Offline
Vice Prime Minister
<b>Vice Prime Minister</b>
Avatar user

Bergabung: Min Jul 17, 2011 2:05 pm
Post: 1990
Has Liked: 21 times
Been Liked: 36 times
Tanpa bermaksud membela siapapun, gusdar sendiri lbh percaya pada pandangan ilmiah yg berlaku hingga saat ini, antara lain:
1. Orang tidak bisa memilih orientasi seksualnya, tetapi orang bisa memilih perilaku seksualnya.
2. Secara ilmiah belum terbukti bahwa orientasi seksual seseorang bisa diubah.
3. Belum dapat ditentukan faktor pasti penyebab seseorang memiliki orientasi seksual tertentu.

Untuk selengkapnya bisa dibaca pada thread2 berikut ini di GIF atau silahkan cari artikel2 lainnya dari sumber yg kredibel:

Memahami Orientasi Seksual dan Homoseksualitas Secara Lebih Baik

Mengubah Orientasi Seksual: Mungkinkah?


Semoga bermanfaat

_________________
Believe nothing, no matter where you read it, or who said it, no matter if I have said it, unless it agrees with your own reason and your own common sense.

Gambar


Atas
 Profil  
 
 Subjek post: Re: "Penyebab" Gay
PostDipost: Kam Sep 08, 2011 8:20 am 
Offline
Star
Star

Bergabung: Kam Agt 04, 2011 7:46 pm
Post: 58
Has Liked: 0 time
Been Liked: 0 time
Yg terjadi di otak adalah ... dia berpikir, mempertimbangkan dan akhirnya membuat keputusan, bukankah itu fungsi utama otak ??? soal motivasi itu adalah bagian dari membuat sebuah keputusan.
Benar, tapi keputusan apapun selalu ada basis dan tidak random. Kamu belum menjelaskan gimana seseorang bisa memutuskan untuk tertarik pada sesama jenis kalau itu bukan sifat yg inheren. Itu agak seperti mengatakan orang bisa memilih jenis kelaminnya.

terus homoseksual itu apa? ketertarikan dgn lawan jenis ???? ... Apakah seorang bayi itu begitu lahir dia sudah bisa memilih suka dgn sesama atau lawan jenis ?? kalau itu anda mengatakan bahwa homoseksual adalah anugerah alam .. tidak ... semua itu berlangsung dengan proses, cara mendidik, pengaruh lingkungan dll ... dan didalam proses itu saya rasa ada pilihan, jalan atau proses mana yg diambil (baik itu pilihan orangtua, keluarga atau pilihan kamu sendiri)
Homoseksual itu kecenderungan untuk merasa tertarik pada sesama jenis secara fisik dan emosi. Bayi tidak memilih punya subjektivitas seksual apapun. Tidak usah homoseksualitas itu 100% anugerah alam tapi proses-proses yang menyebabkannya (apapun proses itu; belum bisa dibuktikan) tidak bisa kita kontrol (pada saat ini; siapa tahu kalau di masa depan bisa). Kalau kamu 'rasa ada pilihan' ya itu rasa kamu dan bukan fakta. Emangnya kamu bisa menjelaskan bagaimana kamu mencapai pilihan itu? Aku yakin kamu sudah pilih untuk memahami perasaan kamu sendiri, baru menyadari/mengakui kamu suka cowok. Kalau ada faktor lain yang membuat kamu memutuskan untuk 'menjadi gay', aku tertarik untuk mendengarnya. Tapi sejauh ini kamu hany terus kembali ke argumen bahwa kamu 'merasa ituadalah pilihan'.

2 kalimat anda diatas sangat kontra ... saling menjatuhkan ...karena seorang pedofilia itu juga tidak memilih menyukai anak kecil ... so harusnya sah-sah aja.
Nope,tidak kontra. Kamu sekali lagi membingungkan perasaan/sifat inheren dengan tindakan nyata. Kalau seseorang suka anak kecil itu sifat inheren (tidak bisa dipilih begitu saja - aku tidak tahu itu bisa dikurangkan lewat therapy - mempengaruhi sifat inheren dia untuk suka anak kecil - tapi itu tidak penting dalam pembahasan ini). Tapi masyarakat sudah membuat aturan yang melarang tindakan pedofil karena itu tidak adil pada anak yg menjadi korbannya (karena masih muda, belum dapat mengambil keputusan untuk berhubungan seksual). Orang gay, dengan orientasinya, tidak mungkin membatasi hak-hak orang lain. Kalau aku berhubungan homoseksual dgn kamu, itu pilihan kita sebagai dua orang dewasa yg bisa berpikir independen. Kalau kamu tidak mau berhubungan dengan aku, kamu punya kekuasaan untuk menolak. Tapi seorang anak tidak bisa menolak, dan kemungkinan besar tidak bisa memahami keadaannya. Oleh karena itu, tindakan homoseksual antara dewasa yg menyetujuinya baik-baik saja: mereka bertindak atas sifat mereka sebagai oramg yg suka pada cowok. Sementara seorang yg suka anak kecil (secara seksual), walaupun punya perasaan itu tapi diharuskan untuk tidak melaksanakan perasaan itu melaui tindakan nyata.

sudah terjawab .. mau tetep jadi Homoseksual atau berorientasi homoseksual tapi tidak berperilaku homoseksual atau jadi str8 ... keputusan juga sudah diambil toh
Ya aku setuju kalau perilaku itu adalah pilihan... tidak ada pertentangan.

Saya jawab seperti ini :
Misalnya kita terbiasa menggunakan tangan kanan.
Semakin lama kita terbiasa menggunakan tangan kanan, semakin sulit bagi otak kita utk merubah kebiasaan itu dan semakin sulit bagi tubuh kita utk beradaptasi dgn suatu perubahan (i.e. memakai tangan kiri).
Orang tua yg berumur 75 thn yg terbiasa memakai tangan kanan akan mengalami kesulitan yg lbh besar (utk merubah kebiasaan pake tangan kanan jadi tangan kiri) dr seorg anak berumur 10 thn yg memiliki kebiasaan yg sama.
Orientasi seksual jg kurang lebih begitu biarpun JAUH lbh kompleks.

Kaum ahli ilmiah masih tidak mengerti sepenuhnya fenomena handedness (kecenderungan untuk punya keterampilan motorik di salah satu tangan lebih dari yg lainnya. Jangan menyederhanakan ilmiah dengan teori kamu sendiri yg tidak punya dasar ilmiah. Kalau membaca lebih teliti tentang handedness kamu akan lihat itu lebih kompleks daripada itu (terbiasa memakai tangan apa, makin sulit berubah). Handedness tidak bisa dibandingkan dengan seksualitas, biarpun ada proses di otak ygmirip antara dua hal itu. Jangan mengatakan dua hal kurang lebih sama begitu kecuali kalau kamu sudah tahu tentang sciencenya dan sudah tahu kalau perbandingan itu pantas dan ada buktinya.

"We knew that neurons can change their firing patterns when habits are learned, but it is startling to find that these patterns reverse when the habit is lost, only to recur again as soon as something kicks off the habit again," said Graybiel, who is also the Walter A. Rosenblith Professor of Neuroscience in MIT's Department of Brain and Cognitive Sciences (BCS)
Penelitian itu tidak berkaitan dgn seksualitas jadi jangan menggunakannya untuk menyokong argumen kamu. Kalau membaca penelitian tentang orientasi seksual tidak ada kata2 seperti itu, meskipun mungkin ada kaitan dgn aspek-aspek tertentu. Tapi orientasi seksual bukan semacam 'habit' jadi tidak usah mengaitkan paragraf itu dengan bahasan ini. Kebanyakan ahli ilmiah setuju bahwa orientasi seksual tidak bisa dirubah. Lihat misalnya: http://www.jmu.edu/safezone/wm_library/ ... 0Sheet.pdf (Fact sheet on Sexual Orientation dari American Psychological Association).

Hai come on, i am also a gay. dan aku fine2 aja dgn hal itu
'Fine2' dgn hal apa? Kamu gay itu persis kenapa aku menghabiskan waktu untuk mencoba mengubah pikiranmu. Meskipun itu tidak berhasil tetapi itu patut disayangkan kalau ada orang gay yang berpikir seperti orang anti-gay.

Inti dari diatas adalah ... apapun itu ... sekarang kamu sudah "memilih" sebagai seorang homoseksual ... ya sudah bertanggung jawablah dgn pilihan mu itu.

Sorry Sir ... tapi tetap saja bagai saya, menjadi seorang homoseksual dan berperilaku homoseksual adalah sebuah pilihan ... dan saya sudah memilih menjadi seorang homoseksual dan berperilaku homoseksual ... :D
No, intinya tidak ada yang memilih orientasi seksualnya. Tapi aku memilib untuk menjalankan hidupku dalam rangka sudah mengakui itu orientasiku, apalagi senang kalau itu orientasiku.

Kalau menurut kamu, itu pilihan kamu untuk berorientasi homoseksual, ya udah aku tidak bisa mengubh pola pikirmu. Tapi aku masih penasaran... pilihan itu berasal dari mana? Apa manfaat objektif buat kamu kalau mengambil 'pilihan' itu??

Maaf kalau ada kesalahan bahasa atau ada yg disalahngetik. Aku lagi di kampus, menulis balasan ini lewat hp.

_________________
http://www.scribd.com/doc/61050018/Seksualitas-Non-Normatif-di-Indonesia


Atas
 Profil  
 
 Subjek post: Re: "Penyebab" Gay
PostDipost: Jum Sep 09, 2011 5:30 pm 
Offline
Star
Star

Bergabung: Kam Jul 21, 2011 9:18 am
Post: 40
Has Liked: 0 time
Been Liked: 0 time
Tapi masyarakat sudah membuat aturan yang melarang tindakan pedofil karena itu tidak adil pada anak yg menjadi korbannya (karena masih muda, belum dapat mengambil keputusan untuk berhubungan seksual)

Bagaimana jika ada daerah tertentu yg masyarakat sudah membuat larangan untuk homoseksual ???

Sementara seorang yg suka anak kecil (secara seksual), walaupun punya perasaan itu tapi diharuskan untuk tidak melaksanakan perasaan itu melaui tindakan nyata.

Bagaimana jika ada yg bilang kamu punya perasaan homoseksual tetapi kamu dilarang melaksanakan perasaan itu melalui tindakan nyata ?

Handedness tidak bisa dibandingkan dengan seksualitas, biarpun ada proses di otak yg mirip antara dua hal itu.

Bisakah anda bisa memberitahukan saya hal didunia ini yg 100% sama dan tidak ada perbedaan sedikitpun ?? Semua hal didunia ini didasarkan pada kemiripan. Teori manusia berasal dari kera (teori darwin), kecuali oleh agama, sampai saat ini belum bisa dibantah. Apakah itu karena manusia itu sama dengan kera? tidak ... karena manusia mirip dengan kera.


Tapi aku masih penasaran... pilihan itu berasal dari mana? Apa manfaat objektif buat kamu kalau mengambil 'pilihan' itu??

Saya juga penasaran dengan kenapa anda menjadi homoseksual

Benar, tapi keputusan apapun selalu ada basis dan tidak random. Kamu belum menjelaskan gimana seseorang bisa memutuskan untuk tertarik pada sesama jenis kalau itu bukan sifat yg inheren. Itu agak seperti mengatakan orang bisa memilih jenis kelaminnya.

Seperti yg anda sendiri tulis ... "Kalau seseorang suka anak kecil itu sifat inheren" ... terus gimana? Dia harus menekan perasaan sukanya sedangkan kamu Homoseksual boleh. Bagaimana jika yg memiliki perasaan inheren menjadi homoseksual adalah anak berumur 16 tahunn, karena secara legal dia bisa dibilang dewasa setelah berumur 18 tahun. Jadi kalau anak umur 16 tahun berhubungan secara homoseksual dgn yg sebaya maka sudah sepantasnya mereka masuk penjara karena mereka belum dewasa dan tidak boleh memutuskan orientasi seksual mereka.

Tidak usah homoseksualitas itu 100% anugerah alam tapi proses-proses yang menyebabkannya (apapun proses itu; belum bisa dibuktikan)

Belum ada bukti juga kalau homoseksual adalah anugerah alam, semua masih dugaan.

Kalau ada faktor lain yang membuat kamu memutuskan untuk 'menjadi gay', aku tertarik untuk mendengarnya. Tapi sejauh ini kamu hany terus kembali ke argumen bahwa kamu 'merasa ituadalah pilihan'.

Saya membuat pilihan menjadi homoseksual karena saya merasa tidak nyaman dengan perempuan, saya belum bisa mencintai perempuan, saya nyaman dengan lelaki. Maka saya memilih menjadi homoseksual. Apakah anda juga merasa demikian dan akhirnya memutuskan menjadi homoseksual ??

No, intinya tidak ada yang memilih orientasi seksualnya. Tapi aku memilib untuk menjalankan hidupku dalam rangka sudah mengakui itu orientasiku, apalagi senang kalau itu orientasiku.

Ada yg menjalani kehidupan dengan memilih mengakui oreintasinya ada yg tidak. Tapi inti dari semua hal yg kamu dapat (kehidupan, pendidikan, pacar, seksualitas, teman, mobil, rumah dll) adalah itu pilihan kamu sendiri. Bukankah anda juga memilih ?


Menurut saya, saya sudah baca tulisan anda, tidak netral, seperti juga bukunya Memberi Suara pada Yg Bisu (maaf saya lupa penulisnya), tidak netral karena awal dari penulisannya adalah mencari pembenaran atas apa yg mau tulis.

Saya tidak membenarkan dan tidak menyalahkan, tapi saya mengaris bawahi bahwa semua itu adalah pilihan ... bukankah pilihan itu netral?? karena anda bebas memilih. Tentu saja semua pilihan ada konsekuensinya


Atas
 Profil  
 
 Subjek post: Re: "Penyebab" Gay
PostDipost: Jum Sep 09, 2011 9:38 pm 
Offline
Super Star
Super Star
Avatar user

Bergabung: Kam Jul 28, 2011 10:02 pm
Post: 273
Has Liked: 2 times
Been Liked: 6 times
Deskripsi diri: The Not-Ordinary One
Hi bjakw, anda membuat thread diskusi seperti ini, lumayan bagus dan menarik bagi saya, tetapi mungkin akan mengundang beberapa pro-kontra dan perdebatan, semoga tidak ada yang terbawa emosi

kalau bagi saya, saya sendiri berpikir apa yang menyebabkan saya ini menjadi seorang gay, dan selama ini yang saya simpulkan mengapa saya bisa menjadi gay yang "sudah lumayan pasti" adalah faktor hormon

Hormon yang dimaksud adalah hormon testosteron dan hormon progesteron, dimana mungkin hormon testosteron saya kurang dan progesteron saya lebih banyak daripada laki-laki straight.

Tetapi banyak yang mengaku menjadi gay karena pernah mengalami pelecehan seksual/semacamnya, kurang perhatian dari ayah, itu menurut saya tidak bisa dijadikan alasan menjadi gay.Kalau dulu pernah mengalami pelecehan seksual, dan mereka menjadi gay, menurut saya itu hanya tertarik pada "sex" saja, dan kalau kurang perhatian dari ayah tidak bisa dijadikan alasan, karena ayah ("Pria") itu kebanyakan masa bodoh, dan banyak pria straight yang ayahnya juga kurang perhatian.

Dan untuk orang diluar sana yang menyimpulkan bahwa homoseksual adalah penyakit, bisa di sembuhkan atau homoseksual adalah pilihan, maka sudah tidak ada orang yang masih ingin berada dalam dunia homoseksual, semua sudah mengambil pilihan/obat nya dari dulu, karena sudah banyak bukti nyata yang saya temui bahwa homoseksual bukanlah sebuah pilihan.Saya pun mungkin akan mengambil obat/pilihan menjadi straight apabila bisa (tanpa paksaan harus mencoba mencintai lawan jenis), tetapi tidak ada kan yang berani terang-terangan menyatakan "obat gay" atau "terapi gay" berhasil, padahal sudah banyak yang mengikutinya bahkan ada yang sampai menikah dan mempunyai anak, tetapi akhirnya bercerai karena si gay nya tidak bisa menyembunyikan dirinya lebih lama lagi, si gay tersebut awalnya merasa cintanya terhadap istrinya bisa membuatnya menjadi straight, tetapi ternyata tidak.

These are only in "MY" opinion, not flaming

_________________
Check out gays :
1. Visit My Own New Blog About LGBT/PLU - ..::The Gays Corner::..
2. Get To Know Me More In My GIF Blog Here - ..::Dilly Dally Shilly Shally::..
I share so many random things, about my perspective & my life journey


Atas
 Profil  
 
 Subjek post: Re: "Penyebab" Gay
PostDipost: Sab Sep 10, 2011 5:49 pm 
Offline
Star
Star

Bergabung: Kam Agt 04, 2011 7:46 pm
Post: 58
Has Liked: 0 time
Been Liked: 0 time
Pertama-tama, aku mau menanggapi tuduhan bahwa aku "bawa emosi" ke dalam bahasan ini. Tentu saja aku bergairah dan marah, tapi bukan karena aku sombong dan takut dibukti salah. Aku bergairah karena topik ini penting dan pemahaman yang tersesat bisa merugikan kaum gay semua. Dan aku marah - pada diriku - karena aku susah untuk menjelaskan argumen ku dengan bagus supaya kamu bisa mempertimbangkannya. Cuma itu perasaanku, dan tolong jangan pikir aku munafik atau terlalu yakin akan kepandaianku. Aku tidak terlalu pandai tapi pokok ku - bahwa seksualitas bukan pilihan - itu sudah menjadi pengetahuan umum antara banyak orang di banyak negara, dan yang penting itu dianggap fakta oleh beberapa organisasi profesi seperti American Psychological Association dan Australian Psychological Association sebagai dua contoh saja (Lihat: http://www.psychology.org.au/publicatio ... ientation/). Penelitian menunjukkan bahwa mayoritas dari kaum gay sendiri merasa tidak memilih untuk menjadi homoseksual. (Lihat: http://queerfoundation.org/documents/QF0406-001.pdf) Apakah kamu sadar pendapat kamu pendapat minoritas - baik antara ahli ilmiah dan antara kaum gay sendiri? Apalagi, pendapat bahwa homoseksualitas adalah hal yang dipilih juga berbahaya karena itu membantu menyokong pendapat2 tertentu dari orang-orang yang mau membatasi hak-hak untuk gay. Jadi karena itu aku bergairah kalau membicarakan topik ini. Bukan karena "bawa emosi" belaka.

Bagaimana jika ada daerah tertentu yg masyarakat sudah membuat larangan untuk homoseksual ???

Masyarakat di daerah itu membuat larangan yang tidak adil, karena kaum homoseksual tidak lebih mengancamkan dari kaum heteroseksual.

Bagaimana jika ada yg bilang kamu punya perasaan homoseksual tetapi kamu dilarang melaksanakan perasaan itu melalui tindakan nyata ?

Sama seperti di atas. Melaksanakan perasaan homoseksual tidak menimpa pada hak asasi manusia orang lain. Di sisi lain, melaksanakan perasaan pedofil melalui tindakan nyata itu menimpa pada hak asasi manusia orang lain.

Bisakah anda bisa memberitahukan saya hal didunia ini yg 100% sama dan tidak ada perbedaan sedikitpun ?? Semua hal didunia ini didasarkan pada kemiripan. Teori manusia berasal dari kera (teori darwin), kecuali oleh agama, sampai saat ini belum bisa dibantah. Apakah itu karena manusia itu sama dengan kera? tidak ... karena manusia mirip dengan kera.

Tadi aku pikir perbandingan yang kamu berikan itu tidak hanya "sedikit berbeda", melainkan generalisasi dari contoh handedness sama sekali tidak berlaku pada persoalan seksualitas. Tapi aku baru saja membaca tulisan di sini: http://viewzone2.com/homosexual.html yang membuat aku berpikir lagi mengenai hal ini. Tapi menurut pendapat orang itu, kesamaan antara handedness dan seksualitas itu justru membuktikan bahwa homoseskualitas bukan pilihan dan tidak bisa dirubah. Menurut dia, dua-duanya adalah sifat inheren yang ada di dalam kita sejak kecil. Jadi aku tidak pasti mau katakan apa tentang perbandingan kamu antara handedness dan seksualitas, selain dari ini: seksualitas itu dipastikan saat kita masih kecil dan tidak dipilih nantinya. (Lihat: http://www.apa.org/helpcenter/sexual-orientation.aspx)

Saya juga penasaran dengan kenapa anda menjadi homoseksual

Cool.

Seperti yg anda sendiri tulis ... "Kalau seseorang suka anak kecil itu sifat inheren" ... terus gimana? Dia harus menekan perasaan sukanya sedangkan kamu Homoseksual boleh. Bagaimana jika yg memiliki perasaan inheren menjadi homoseksual adalah anak berumur 16 tahunn, karena secara legal dia bisa dibilang dewasa setelah berumur 18 tahun. Jadi kalau anak umur 16 tahun berhubungan secara homoseksual dgn yg sebaya maka sudah sepantasnya mereka masuk penjara karena mereka belum dewasa dan tidak boleh memutuskan orientasi seksual mereka.

Sudah dibalas di atas. Perbandingan kamu antara homoseksual dan pedofil sudah jelas tidak masuk akal. Anak boleh berhubungan heteroseksual, homoseksual atau apapun antara anak lain kalau mereka berdua setuju. Namun di sebagian besar negara ada undang-undang yang memastikan usia minimum buat melakukan hubungan seksual, tapi kalau dua anak melakukan itu mereka jarang diadili. Di sisi lain, kalau seorang dewasa menjalankan hubungan seksual dengan orang di bawah umur, itu tidak diterima karena dewasa itu lebih bisa memanfaatkan posisi kuasa terhadap seorang anak, dan memanfaatkan ketidaktahuan seorang anak terhadap hak asasi manusianya. Jadi jelas anaknya rugi dalam keadaan itu. Semua itu bukan sekedar opini aku, tetapi pendapat masyarakat yang sudah menciptakan undang-undang menurut pemahaman itu.

Belum ada bukti juga kalau homoseksual adalah anugerah alam, semua masih dugaan.

Oh tapi itu menyederhanakan keadaannya. Itu masih dugaan tapi itu teori yang dianggap paling masuk akal bagi para ahli ilmiah. Belum ada bukti mengenai proses dan faktor PERSIS yang menyebabkan homoseksualitas, tapi sudah ada banyak penelitian yang menunjukkan ketidakadaan kaitan antara homoseksualitas dan cara anak diasuh oleh orang tua, atau karena pengalaman waktu kecil. Menurut para ahli psikologis, "Tampaknya, orientasi seksual bersifat biologis, ditentukan oleh interaksi kompleks antara faktor-faktor genetis dan di dalam lingkungan rahim dini. Makanya, orientasi seksual bukan pilihan, walaupun perilaku seksual tentu saja adalah pilihan." (Royal College of Psychiatrists, http://www.rcpsych.ac.uk/pdf/Submission ... ngland.pdf)

Saya membuat pilihan menjadi homoseksual karena saya merasa tidak nyaman dengan perempuan, saya belum bisa mencintai perempuan, saya nyaman dengan lelaki. Maka saya memilih menjadi homoseksual. Apakah anda juga merasa demikian dan akhirnya memutuskan menjadi homoseksual ??

Apa kamu memilih untuk merasa tidak nyaman dengan perempuan? Apa kamu memilih untuk "belum" bisa mencintai perempuan? Apa kamu memilih untuk merasa nyaman dengan lelaki?

Kalau aku sendiri, karena aku gay aku merasa tidak nyaman dengan perempuan. Karena aku gay aku tidak bisa mencintai perempuan. Dan KARENA aku GAY aku merasa nyaman dengan lelaki. Aku tidak memilih perasaan-perasaan itu dan aku tidak memilih untuk punya sifat homoseksual itu yang menciptakan perasaan-perasaan itu.


Ada yg menjalani kehidupan dengan memilih mengakui oreintasinya ada yg tidak. Tapi inti dari semua hal yg kamu dapat (kehidupan, pendidikan, pacar, seksualitas, teman, mobil, rumah dll) adalah itu pilihan kamu sendiri. Bukankah anda juga memilih ?

Satu per satu: aku tidak memilih kehidupan, itu terjadi saja padaku! Pendidikan itu sebagiannya dipilih aku, tapi awalnya dipilih orang tuaku. Pacar ya aku pernah dan aku akan memilih. Seksualitas tidak. Teman ya bisa memilih sampai tingkat tertentu. Rumah ya bisa memilih sampai tingkat tertentu. Ya ada yang menjalani hidupan dengan memilih mengakui orientasinya ada yang tidak.. aku setuju.

Menurut saya, saya sudah baca tulisan anda, tidak netral, seperti juga bukunya Memberi Suara pada Yg Bisu (maaf saya lupa penulisnya), tidak netral karena awal dari penulisannya adalah mencari pembenaran atas apa yg mau tulis.

Kalau tidak netral berarti aku menyembunyikan bukti yang tidak sesuai dengan pendapatku, atau/dan terlalu memberikan perhatian pada bukti yang tidak semestinya diperhatikan. Tapi sejauh ini aku tidak menemukan bukti yang dapat dibela yang bisa menunjukkan bahwa seksualitas adalah pilihan. Informasi yang dapat dibela hanya dapat dilihat dari organisasi yang meneliti seksualitas secara ilmiah: dan semua mereka mengatakan, tanpa keraguan, bahwa seksualitas bukan hal yang dipilih orang. Bukannya aku mau mencari pembenaran atas apa yang mau tulis, tetapi mau menulis apa yang benar, atau apa yang paling bisa dianggap benar dengan informasi yang tersedia pada saat ini.

Saya tidak membenarkan dan tidak menyalahkan, tapi saya mengaris bawahi bahwa semua itu adalah pilihan ... bukankah pilihan itu netral?? karena anda bebas memilih. Tentu saja semua pilihan ada konsekuensinya

Maaf aku tidak mengerti apa artinya pasal ini. Para pakar mengatakan bahwa kita sama sekali tidak bebas untuk memilih seksualitas. Argumen kamu kan seperti lingkaran yang tidak pernah berakhir.

Ini rasanya membahas ini dengan kamu:
A: "Itu pilihan karena aku merasa memilih."
B: "Kamu merasa mau menjadi gay karena sifat kamu sebagai homoseksual mendorong kamu, dan menjadi homoseksual adalah pengakuan terhadap sifat dan bukan pemilihan untuk mempunyai sifat itu".
A: "Tapi kita bebas memilih."
B: "Kita bebas memilih hal yang bisa kita kendalikan. Sifat inheren yang membuat kita tertarik pada pria tidak bisa dikendalikan."
A: "Tapi aku memilih untuk mengendalikannya."
B: "Tapi kamu tidak bisa, apakah kamu bisa memilih warna rambut kamu? Kamu bisa mewarnainya, tapi di dalam masih warna aslinya."
A: "Tapi aku yakin aku memilih orientasi seksualku."
B: "Mana buktinya?"
A: "Itu perasaan aku."
B: ....... :mumet:

Aku tidak tahu harus berkata apa lagi.... tapi mungkin sudah waktunya untuk menyerah :gulung2:

Bagaimanapun, aku hanya adalah seorang bule yang bodoh :)

_________________
http://www.scribd.com/doc/61050018/Seksualitas-Non-Normatif-di-Indonesia


Diubah terakhir kali oleh Bjakw on Sab Sep 10, 2011 6:14 pm, total pengubahan 1 kali.

Atas
 Profil  
 
 Subjek post: Re: "Penyebab" Gay
PostDipost: Sab Sep 10, 2011 6:08 pm 
Offline
Star
Star

Bergabung: Kam Agt 04, 2011 7:46 pm
Post: 58
Has Liked: 0 time
Been Liked: 0 time
Aslan menulis:
Hi bjakw, anda membuat thread diskusi seperti ini, lumayan bagus dan menarik bagi saya, tetapi mungkin akan mengundang beberapa pro-kontra dan perdebatan, semoga tidak ada yang terbawa emosi

kalau bagi saya, saya sendiri berpikir apa yang menyebabkan saya ini menjadi seorang gay, dan selama ini yang saya simpulkan mengapa saya bisa menjadi gay yang "sudah lumayan pasti" adalah faktor hormon

Hormon yang dimaksud adalah hormon testosteron dan hormon progesteron, dimana mungkin hormon testosteron saya kurang dan progesteron saya lebih banyak daripada laki-laki straight.

Tetapi banyak yang mengaku menjadi gay karena pernah mengalami pelecehan seksual/semacamnya, kurang perhatian dari ayah, itu menurut saya tidak bisa dijadikan alasan menjadi gay.Kalau dulu pernah mengalami pelecehan seksual, dan mereka menjadi gay, menurut saya itu hanya tertarik pada "sex" saja, dan kalau kurang perhatian dari ayah tidak bisa dijadikan alasan, karena ayah ("Pria") itu kebanyakan masa bodoh, dan banyak pria straight yang ayahnya juga kurang perhatian.

Dan untuk orang diluar sana yang menyimpulkan bahwa homoseksual adalah penyakit, bisa di sembuhkan atau homoseksual adalah pilihan, maka sudah tidak ada orang yang masih ingin berada dalam dunia homoseksual, semua sudah mengambil pilihan/obat nya dari dulu, karena sudah banyak bukti nyata yang saya temui bahwa homoseksual bukanlah sebuah pilihan.Saya pun mungkin akan mengambil obat/pilihan menjadi straight apabila bisa (tanpa paksaan harus mencoba mencintai lawan jenis), tetapi tidak ada kan yang berani terang-terangan menyatakan "obat gay" atau "terapi gay" berhasil, padahal sudah banyak yang mengikutinya bahkan ada yang sampai menikah dan mempunyai anak, tetapi akhirnya bercerai karena si gay nya tidak bisa menyembunyikan dirinya lebih lama lagi, si gay tersebut awalnya merasa cintanya terhadap istrinya bisa membuatnya menjadi straight, tetapi ternyata tidak.

These are only in "MY" opinion, not flaming


Terima kasih banget... apa yang kamu katakan sangat rasional dan makul :)

_________________
http://www.scribd.com/doc/61050018/Seksualitas-Non-Normatif-di-Indonesia


Atas
 Profil  
 
 Subjek post: Re: "Penyebab" Gay
PostDipost: Sab Sep 10, 2011 6:33 pm 
Offline
Star
Star

Bergabung: Kam Jul 21, 2011 9:18 am
Post: 40
Has Liked: 0 time
Been Liked: 0 time
anyway BjakW ... nice got a good sharing with you :)

BjakW ??? what that mean anyway :)


Atas
 Profil  
 
 Subjek post: Re: "Penyebab" Gay
PostDipost: Sab Sep 10, 2011 6:40 pm 
Offline
Star
Star

Bergabung: Kam Agt 04, 2011 7:46 pm
Post: 58
Has Liked: 0 time
Been Liked: 0 time
ponco212 menulis:
anyway BjakW ... nice got a good sharing with you :)

BjakW ??? what that mean anyway :)


Sama-sama :)

Bjakw tidak punya arti sama sekali, itu satu huruf berbeda dari nama akun youtube gw, dibuat sedikit berbeda supaya aku gak bisa begitu mudah ditelusuri. Tapi kalau aku sudah pakai foto asli, ya diakui usaha itu sia-sia :P

_________________
http://www.scribd.com/doc/61050018/Seksualitas-Non-Normatif-di-Indonesia


Atas
 Profil  
 
 Subjek post: Re: "Penyebab" Gay
PostDipost: Min Sep 11, 2011 1:32 pm 
Offline
Virgin & Newbie
Virgin & Newbie

Bergabung: Rab Agt 10, 2011 1:20 am
Post: 5
Has Liked: 0 time
Been Liked: 0 time
aku juga gak tahu kenapa nie,, tapi waktu kecil pernah diajakinmkayak gituan sama temen,, dan saya belom mengerti kayak gituan apaan,, hahaha


Atas
 Profil  
 
Tampilkan post-post sebelumnya:  Urutkan sesuai  
Postkan topik baru Balas ke topik  [ 21 post ]  Pergi ke halaman 1, 2  Berikutnya

Waktu dalam UTC + 7 jam


Siapa yang online

user yang berada di forum ini: Tidak ada user yang terdaftar dan 11 tamu


"Penyebab" Gay Gay Indonesia Forum
Anda tidak dapat membuat topik baru di forum ini
Anda tidak dapat membalas topik di forum ini
Anda tidak dapat mengubah post anda di forum ini
Anda tidak dapat menghapus post anda di forum ini

Lompat ke:  


Gay Indonesia Forum is powered by phpBB® 2012 phpBB Group, Zend Guard V.5.5.0, and phpBB SEO